Kamis, 26 Desember 2013



SEBENING CINTA AYA

Oleh : Aina Faradis

Masih seputar perasaan itu,perasaan yangmembuat aya tak mampu memejamkan matanya meski jam telah menunjukkan pukul00.00.gelisah itu sungguh menyakitkan.aya kembali mengenang kejadian tadisiang.suatu kisah yang tak pernah terbayang akan terjadi dalam episodekehidupannya.tiba-tiba aya tersenyum dan menyadari bahwa kadang hidup itu lucudan penuh kejutan. “woy, napa non belum tidur?” lemparan guling dari shahnazmembuyarkan lamunan aya. Aya cuek saja dengan teman sekamarnya yang kebetulannglilir itu. Shahnaz penasaran dan mendekati aya seraya meletakkan dagunya dipundak aya dari belakang. “kenapa ay? Masih mikirin ozy ta?”. Aya berusahamenetralkan perasaan di depan shohibnya itu dan memamerkan senyum manisnya“menurutmu?”. Aya berbalik menghadap shahnaz dengan mengerling genit. Shahnazfaham betul karakter aya. Aya bukan sosok yang suka mengobral kegalauan. Shahnazmenarik nafas dalam-dalam dengan ekspresi serius “ay, kita temenan udah darikelas 1 SMP, masuk pondok bareng, makan dan tidur bareng. Cuma kadang jengkelaja aku sama kamu. Aku kan temanmu. Kenapa sih sekali,,,aja kamu gak pernah maucerita masalahmu. Segitu gak percayanya sama aku” shahnaz manyun menampakkankejengkelannya.
Aya masih diam, matanya menerawang.
“ok, ay.terserah kamu.aku tidur dulu.Jangan lupa bangunin aku jam 3” shahnaz membenamkan diri dalam selimut.
“naz, tunggu”. Aya menarik selimut shahnaz.”menurutmuaku harus bersikap gimana sama ozy?”
Shahnaz menautkan kedua alisnya. Menepukpunggung aya “tanya sama hatimu ay”.
“jangan buat akau tambah bingung naz” ayasewot.
“justru kamu yang bikin aku bingung. Akutak tau apa masalahmu sama ozy. Cuma dari sikap ozy yang tiba-tiba cuek samakamu, aku hanya menduga aja kalau antara kalian ada masalah.biasanya dia kancare banget sama kamu”.
“ozy, nembak aku naz”. Ungkapan kegelisahantanpa ekspresi aya mengejutkan shahnaz.
“serius ay??” mata shahnaz berbinar demimendengar cerita aya.”terima aja dong ay. Apa lagi yang mesti di pertimbangkan?,siapayang gak kenal ozy. Ketua BEM kampus sekaligus putra pengasuh PP. Al-Hikmah.Wah, bakal jadi ning kamu ay.hehe”. shahnaz buru-buru meralat omongannya karenaaya sama sekali tak bergeming.”sory ay,aku terlalu lebay ye?”
Aya beranjak mendekati rak buku. MengambilDiktat ushul fiqih dan kembali duduk di samping shahnaz. Aya membuka buku tebalitu. Shahnaz memperhatikan dengan seksama. Dari dalam diktat itu terdapatsecarik kertas binder dengan gambar detectif conan di sudut atasnya. Tokohkartun favorit aya itu tampak cool dengan jambul khasnya. Shahnaz mengambilkertas itu dan hampir tak percaya membacanya.

Untukmuteman istimewa,
Entahsampai kapan cinta itu sulit
Kenaparindu ini begitu menyiksa
Bukankahseharusnya rindu itu menyatukan
Jikaada bagian rindu itu di hatimu
Izinkanaku mengukirnya
Mengisirelung hatimu
Danmelukis pelangi cinta disana
                                                FauzyAbdullah

Berkali-kali mata shahnaz berkedip-kedip.kantuknyahilang seketika “masya Alloh, sweet banget ay. Lalu apa yang membuatmu gelisahgini kamalia,,,??”. Shahnaz gemas.
“selama ini aku hanya menganggap ozysebagai teman biasa. Not more naz”
Shahnaz manggut-manggut.”kamu udah kasihjawaban ke ozy?”
“sudah. Tadi siang setelah diamengembalikan diktat ushul fiqih ini, q menemuinya di perpustakaan kampus. Dansetelah itu, kamu lihat sendiri kan perubahan sikapnya?”. Aya tampak sedih.
“maaf ay, kamu menolak ozy bukan karenakamu sudah dijodohkan kan?”
Aya hampir melonjak mendengar tebakanshahnaz “dari mana kamu tau itu naz?”
“kalau kamu mau nangis, nangis aja ay”.Ungkapan tulus shahnaz membuat aya tak kuasa membendung air mata dan berhambuirkepelukan sahabatnya itu. Shahnaz tau ada duka di mata aya yang semakinberkaca-kaca. Shahnaz mengusap lembut rambut lurus aya “ay, setiap aku punyamasalah, kamu selalu bilang bahwa hidup itu semanis coklat. Di apain aja tetapmanis. Maaf ay, tak sengaja kemarin waktu ortumu sambang kepondok, aku mendengarpercakapan kalian. Kamu tak bisa selemah ini ay. Sampai kapan kamumenyembunyikan dukamu. Pernikahan itu bukan untuk sehari dua hari ay. Fikirkanitu!!”. Tiba-tiba aya tersenyum. Tak disanggka shahnaz yang biasanya cengengtiba-tiba berubah sebijak ini.
Aya mengusap air matanya dan berusahatertawa lepas “sok tua luuu,,,” aya meninju lengan shahnaz. “jelek banget yekalau aku nangis?hehe”.
“yaelah, ni anak.masih sempet cengengesanye” shahnas mencibir aya. Dia tau bahwa tawa aya itu hanya kepura-puraan belaka.
“naz. Tidur yuk.ngantuk”.aya langsung tidurmembelakangi shahnaz.dan shahnazpun pasrah meski dia yakin bahwa tubuh aya yangterbaring itu tak mungkin mampu meredam hatinya.semoga semua baik-baik saja. Batin shahnaz

***

Rutinitas pondok pesantren yang begitupadat. Riuh suara santri putri al-khodijah merupakan hal biasa yang ditemui dipagi hari. Semua mengawali pagi dengan segala keseragaman rutinitas pondok.Begitu juga dengan aya dan shahnaz. Usai ngaji pagi, keduanya bersiap melangkahke kampus yang bisa di tempuh dengan jalan kaki. “bismillah” aya menata hati,memecah bayang ozy dan berniat mencari ilmu semata. Robbisyrohlii shodri, wa yassirlii amri, wahlul ‘uqdatan min lisaani,yafqohu qowli.
Sepanjang perjalanan keduanya diam.Begitulah yang selalu di amanatkan bunyai. Bahwa seorang wanita harus selalumenjaga kehormatannya terlabih di tempat umum. Jangan sampai menimbulkan fitnahsekalipun karena suaranya sendiri.
“ay, ozy tuh,,”shahnaz memberi isyaratdengan gerakan kepalanya. Sementara aya hanya melihat sekilas dan terusmelangkah mesuk kelas tanpa mempedulikan ozy yang memandangnya sedari tadi.
Aya duduk di deret depan. Shahnaz dudukdisebelahnya. Selama perkuliahan dimulai tak tampak ozy di dalam kelas. Aya gelisah.Menduga-duga dimanakah ozy gerangan. Sepulang kuliah, aya menyempatkan pergikeperpustakaan, berharap ozy disana. Tapi nihil. Sosok penuh keteduhan itu puntak ada di sana. Ingin rasanya air mata aya pecah jika saja aya bukan sedangberada di tempat umum. Aya berlari menuju kamar mandi. Ingin ia luapkan airmatanya disana. Namun tiba-tiba “Brukk”. Aya menabrak seseorang. Terlambatsudah, air mata itu deras mengucur. Hingga orang yang ditabraknya kebingungan.“kenapa ay? Ada yang luka?” ternyata falah. Kakak kelas almamater yang sedangmengunjungi kampus. “eh, mas falah. Kapan datang? Aya gak papa kok”. Ayamengusap air matanya dengan ujung jilbabnya.
“kamu ada masalah, ay?” tebak falah.
Aya hanya menggeleng. Tapi falah bukan anakkecil yang bisa di tipu. Tapi mungkin bukan wilayahnya untuk mencampuri urusanaya.“duduk disana yuk, ay. kalau ada waktu aku mau nanya soal kampus. Kamusibuk gak??” falah menunjuk ke kursi di bawah pohon akasia.
Aya mencoba tersenyum”gak sibuk mas. Nanyaapa?”
“makanya duduk dulu sana. Masa nanyanyadisini.hehe”
Aya duduk 5 inchi di samping falah.Keduanya terlibat diskusi serius seputar perkembangan kampus. Falah sengajamenjadikan kampus sebagai objek penelitian thesisnya. Setelah di anggap cukup,falah tak lupa mengucap terima kasih pada aya yang sudah meluangkan waktuuntuknya. Entah kenapa aya ingin berbincang dengan kakak angkatannya itu. Yah,sekedar melupakan masalahnya mungkin. “ denger-denger mas falah mau menikahya?”.
Falah menaikkan alis “entah ay. Doakan sajasemoga ini yang terbaik. Yang di ridhoi. Apa sih obsesi seorang hamba kalaubukan Ridho Robbnya. Betul tidak?” falah melirik aya.
Aya membenarkan statemen falah. “kenapa adakata ‘entah’ mas? Gak yakin banget kayanya?? Eh, gimana calon mbakku itu.pasticantik banget ya?hehe”.
Falah tersenyum. Masih terekam jelas mukapucat aya yang pucat pasi waktu di bully pas ospek kampus. Tak dinyana sekarangtampak dewasa dan anggun dengan balutan gamis warna ungu dengan jilbab senada.“jelas cantik donk. Calonku kan cewek. Tapi pastinya lebih ganteng aku.haha,,”
“suwe to ma,,mas,,”logat jawa aya muncul.“ya udah mas, njenengan itu emang suka bikin surprise. Tak tunggu ajaundangannya deh. Semoga aya gak shock dengan surprise calon mbak nanti.gimanaya bentuknya kira-kira? Kotak atau bulet ya.hehe”
Falah memukul kepala aya dengan gulungankertas. “dasar cah mbeling. Wes ndang balik pondok sana. Hush,,hushuhh,,” falahmengibas-ngibaskan tangan kanannya seperti mengusir ayam.
Aya cengengesan. “iya,,iya,,maaf geh maskalau ada salah kata. Wallohu a’lam bis showab, wassalamu’alaikum Wr. Wb” ayamengucap salam layaknya seorang dai yang mengahiri khutbahnya. Falah tertawangakak dan menjawab salam gadis yang lebih muda lima tahun darinya itu. Falahmemandang aya yang semakin lenyap dari kejauhan. ‘tak seharusnya aya taumasalahku’

***

Shahnaz sudah pulang duluan. Aya menyusurisepanjang jalan letnan soecipto dengan perasaan campur aduk. Tergambar jelasrekaman orang tuanya yang mengunjunginya tempo hari
“aya belum ingin menikah mi,bah. Aya mauserius kuliah dulu”
Pak sholeh tau apa yang dirasakan putrisulungnya itu. Dengan lembut, beliau memberi pengertian pada aya “dengar, nduk.Ini juga masih bentuk ikhtiyar jodoh. Abah ingin putri abah lebih aman ketikaada imam yang menjaga. Kamu sudah dewasa. Pernikahan akan membuatmu lebih amandari mata dan segala bentuk fikiran jahat manusia. Kamu tetap bisa melanjutkankuliahmu karena keluarga calon suamimu semua terjun dan mengabdi untuk ilmu.Abah tau mungkin ini berat untukmu. Satu pinta abah, kamu temui dulu mereka.Baru kamu putuskan pilihanmu”. Pak sholeh mengahiri ucapannya.
Bu badriyah memeluk aya”istikhoroh,nduk.Tak ada orang tua yang ingin menjerumuskan anaknya”. Aya merasakan ketulusanibunya. Aya mengangguk pasrah.

***

“mbak aya di tunggu mbak shahnaz di pinggirkolam ikan belakang pondok”. Suara siti membuyarkan lamunan aya. “eh, iya dek.Mbak aya mau naruh buku sama tas dulu”
Sesampainya dikamar, aya mengganti jilbabungunya dengan jilbab kaos katun hadiah ozy pada ultah aya 2 bulan lalu. Ayasegera menuju kolam ikan belakang pondok. Tampak shahnaz menunggu di tepi kolamsedang melempar-lempar makanan ikan. “ada apa naz? Penting banget kayanya?”.
Shahnaz menoleh dan memperhatikanpenalmpilan aya”ciye,,itu jilbab dari ozy kan?”
Pipi aya merona merah”udah to the pointaje. Ada apa?”
“Udah sholat dzuhur belum?” shahnazberbasa-basi
“udah tadi sebelum pulang kuliah. Ada apasih?” aya penasaran
Shahnaz mengeluarkan amplop berwarna birudari saku gamisnya.”ini dari ozy,ay.”
Aya mengambil amplop itu dan segeramembukanya

Kepadateman baikku Kamalia,
Maaftelah lancang hadir dalam hidupmu. Aku tau,mungkin seharusnya perasaan itu takpernah ada dalam persahabatan kita. Tapi apa daya, Fauzy Abdullah adalahmanusia biasa yang punya cinta. Dan ternyata rasa itu begitu kuat tertulishingga ratusan istighfar yang ku ucap masih tak mampu menghapus rasa itu. Maaf ay,aku hanya berharap kau tau rasa itu. Tapi ternyata begitu sakit ketika ku taurasa itu tak terbalas. ‘kita hanya teman’ begitu kan?. Mungkin aku egois ay.Aku hanya memikirkan perasaanku sendiri. Maaf untuk segala salah. Jika akumasih temanmu, maafkan aku dan kenanglah aku.
Janganpernah pergi dari kenanganku
Janganpernah katakan selamat tinggal
Akuberusaha menangis dan tertawa
Tapihati ini tak mau tenang
Entah,kenapa duka ini enggan terganti
Memakanwaktu untuk mereda
Hanyahatimu yang tau
Danjuga hatiku
Jalanhidup kita akan terpisah
Jauhentah kemana

Aya melipat surat itu. Seketika tangisnyapecah. Shahnaz yang sedari tadi ikut membaca surat itu pun tak tega. Ia segeramembenamkan kepala aya dalam pelukannya.
“ozy kemana naz?” suara aya parau
“sepulang kuliah, ozy menunggumu di sudutjalan kampus. Aku hanya bilang bahwa kamu ke perpustakaan. Aku menyuruhnyamenyusulmu tapi dia tak mau. Dia mengira bahwa kamu tak mau menemuinya lagikarena sikapmu tadi pagi yang benar-benar acuh. Dia sempat bilang bahwa diaberangkat ke yaman menyusul kakaknya. Pesawatnya berangkat pukul 13.30. berartisekitar seperempat jam yang lalu ay”
Aya kaget”apa??kenapa ozy tega ninggalinaku naz?kenapa dia jahat?”aya meronta
“sabar,ay.aku tau gimana perasaanmu. Kamupasti merasa kehilangan ozy.tapi dia terlanjur pergi dengan luka hatinya.akusudah berusaha memintanya untuk menunggumu. Tapi katanya percuma. maaf,ay. Akutak bisa berbuat apa-apa”.air mata shahnaz ikut menetes. Larut dalam duka aya.

***
lumpuhkanlah ingatanku
hapuskan tentang dia
hapuskan memoriku tentangnya
hilangkanlah ingatanku
jika itu tentang dia
ku ingin ku lupakannya
lyrik lagu Geisha seakan mewakili jeritan hati Aya yang dirundung duka. Aya melewati harinya dengan hampa. Sebulanlamanya hidup aya terasa konstan. Hingga hari pertemuannya dengan calonsuaminya tiba, aya masih sama, seperti mayat hidup yang terjebak dalam duniaketerpaksaan.
“nduk, kamu sudah siap?ayo, cepatsedikit.tamunya sudah datang”. Suara bu badriyah menarik aya kedunia nyata.
“geh mi. Sebentar lagi”
Aya keluar dari kamar mungilnya. Bubadriyah sudah menunggu didepan pintu. Tersenyum memandang wajah cantikputrinya. Aya mencoba tersenyum sekuat tenaga. “ayo, tamunya sudah menunggu” bubadriyah membimbing aya keruang tamu. Tak henti aya membaca sholawat untukmenguasai suasana hatinya. Bu badriyah menyibak tirai pembatas ruang tengah danruang tamu”ini kamalia, anak saya bu”.bu badriyah memperkenalkan aya. Aya masihtak kuasa mengangkat wajahnya. Menunduk dan mengamati lantai ruang tamu yangsebenarnya tak menarik sama sekali.
“Aya??”
Aya sangat mengenali suara itu. Aya segeramengangkat wajahnya dan hampir tak percaya dengan sosok yang dudukdihadapannya”mas falah?”
“loh, rupanya sudah saling kenal to?” paksholeh tampak sumringah
Orang tua falah pun tak kalah terkejutnya.Mereka sangat senang mendapati falah dan aya ternyata saling kenal. “wah,pertanda baik ini sepertinya, jeng. Aduh, aya cantik sekali ya”. Ibu falahmerangkul pundak bu badriyah.
“ya sudah, kita ngobrolnya diruang tengahsaja ya. Monggo monggo”.pak sholeh dan bu badriyah membawa orang tua falahkeruang tengah. Tinggallah aya dan falah, hening tanpa suara. Sesekaliterdengar falah berdehem,mencoba menetralisir kecanggungannya. “gak nyangkabanget ay. Ternyata kamu yang bakal dijodohkan sama aku”. Falah mengawaliperbincangan.
Aya masih tertunduk malu. Lidahnyakelu.semua seperti mimpi.
“halo..ada orang?” falah melambaikan tangandi depan wajah aya.
“eh,oh iya mas.”aya gelagapan. Mencobatersenyum dan menenangkan hatinya
“kamu masih inget gak ay, apa yang kamubilang pas terahir kali kita diskusi di taman kampus?”
Aya mencoba mengingat, tapi tak berhasil ”apamas?”. Kata aya kemudian.
“waktu itu kamu bilang kira-kira sepertiini ‘njenengan itu emang suka bikin surprise. Tak tunggu aja undangannya deh.Semoga aya gak shock dengan surprise calon mbak nanti’.Dan ternyata hari iniaku yang lebih surprise. Semoga kamu tidak shock,ay.hehe”
Aya teringat dengan ucapannya itu. Entahkenapa, terkesan lucu saja kisah hidupnya. Dan tiba-tiba aya merasakanketenangan berada di dekat falah. ‘Alloh, tolong bimbing hati hamba’. Tak hentiaya berdoa dalam hati.
“mas falah menyesal berada disini?” ayatampak ragu mengucap kalimat itu. Tapi kata-kata itu tak mungkin di tarik kembali.
Falah menarik nafas dalam-dalam sebelummenjawab pertanyaan aya.”semua ini kehendak Alloh,ay. Sampai sekarangpun masmasih gak bisa menalar semua ini. Orang tua selalu mendesak agar mas segeramenikah. Sedang mas sendiri belum ada calon. Ahirnya mas manut saja waktu maudijodohkan. Husnudzon saja bahwa insya Alloh hidup akan barokah jika taatkepada kedua orang tua. Lah, ternyata kamu orangnya, ay. Lalu kamu sendiribagaimana??”
“bagaimana gimana maksudnya?”aya bingung
“apa kamu merasa terpaksa dengan adanyaperjodohan ini?”falah tampak tenang dengan ucapannya. “hawatirnya kamu udahpunya pacar lagi.haha”
Aya hanya menanggapi dengan senyuman. Dantiba-tiba bayangan ozy muncul tanpa belas kasih. Aya beristighfar untukmengusir bayang itu. “saya tidak punya pacar mas”.
“jadi kamu mau menerima saya?”
Aya melongo mendengar pertanyaan falah.“apa aya harus jawab sekarang mas?”
“oh, tidak,ay. Jawab saja sampai kamu punyajawaban”. Kata falah mantap.
“beri saya waktu 2 minggu mas”. Ucap ayadengan penuh kesungguhan.
“baiklah ay. Saya akan menunggu jawabanmu.Ini sekedar ikhtiyar kita sebagai manusia. semua keputusan ada ditangan-Nya”.
Setelah dirasa cukup, keluarga falah punundur diri. Aya kembali kepondok dan beraktifitas seperti biasa. Sepertigamalam aya habiskan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Sholat tahajjud, hajat,dan istikhoroh menjadi ritual ruhaniyah aya. Lamat-lamat aya kehilanganbayangan ozy. Dan entah kenapa selalu sosok falah yang hadir dalam mimpi aya.Apakah ini suatu pertanda?. Aya hanya bertawakkal kepada pemilik hidup danmati, kepada penguasa hatinya.
  • ***
 Duaminngu berlalu. Falah tak bisa membendung raut suka citanya mana kala menerimakabar dari pak sholeh bahwa aya menerimanya,Lillahi Ta’ala. Kedua keluargamulai membahas kapan perhelatan hari bahagia putra-putri mereka. Dan keduakeluarga sepakat akan melangsungkan akad nikah sekaligus resepsi tiga bulankemudian. Seminggu sebelum akad nikah, falah datang kerumah aya. Meyakinkancalon istrinya itu untuk memantapkan niat dan berkomitmen untuk dunia akhiratkeduanya. Dan akhirnya, hari bahagia itu tiba. Cinta itu mekar demikian indahmanakala ijab-qobul terucap dan persaksian sah dari saksi nikah. Doa-doaterlantun merdu dari segenap keluarga dan tamu undangan, mengiringi bahterahidup baru falah dan kamalia. Demikianlah aya menemukan cintanya. Dan kadangcinta itu harus menempuh jalan menikung,menanjak, dan memutar sebelum ahirnyasampai pada tujuannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar