Minggu, 20 Juli 2014

Sekuntum Mawar Gaza


Mungkin tak ada lagi padang luas yang berkilau
Hanya tinggal kepingan jerit dan tangisan
Mungkin tak ditemukan lagi satu keceriaan yang menghias wajah mereka
Yang ada hanya air mata dan anyir darah yang memerah
Mungkin mereka tak akan sesibuk kita dengan baju baru dan aneka menyambut hari Fitri
Bagi mereka bertahan hidup untuk esok hari saja adalah janji yang abu-abu
Mungkin bocah-bocah Gaza, malaikat-malaikat kecil itu tak lagi saling kejar, berlari-larian
Yang ada hanya dentuman senjata api yang meluluh lantakkan
Mungkin perut itu sama kelaparan, bukan karena Ramadlan yang penuh suka cita
Tapi kebiadaban Zionis membabi buta mengungkung setiap nyawa di Palestina
Tak ada mawar yang ranum dan merekah merah
Semua layu dan hampir-hampir terjatuh dari tangkai yang telah lumpuh
Bagi mereka semoga pertolongan Allah yang pernah turun kala Badar berkecamuk akan segera menyelimuti
Zionis-Zionis bersama antek-anteknya yang bernama paman Sam akan segera ditenggelamkan dalam debu-debu padang pasir yang sebenarnya ikut geram menyaksikan kecongkakan dan kebiadaban mereka
Andai ku malaikat kupotong sayapku, dan rasakan perih di dunia bersamamu
Perang kan berakhir, cinta kan abadi
Di tanah anarkhi, romansa terjadi

Rabu, 16 Juli 2014

KEUTAMAAN 10 TERAKHIR RAMADHAN DAN LAILATUL QADAR

KEUTAMAAN 10 TERAKHIR RAMADHAN DAN LAILATUL QADAR


Segala puji hanya bagi Allah, yang telah menyampaikan kita dipenghujung 10 hari kedua bulan Ramadhan. Sebentar lagi kita akan memasuki 10 ketiga atau terakhir bulan Ramadhan. Hari-hari yang memiliki kelebihan dibanding lainnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada 10 terakhir Ramadhan ini meningkat amaliah ibadah beliau yang tidak beliau lakukan pada hari-hari lainnya.

Ummul Mu`minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan tentang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada 10 terakhir Ramadhan :

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر - أي العشر الأخير من رمضان - شد مئزره، وأحيا ليله، وأيقظ أهله . متفق عليه

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki 10 terakhir Ramadhan, beliau mengencangkan tali sarungnya (yakni meningkat amaliah ibadah beliau), menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan istri-istrinya.” Muttafaqun ‘alaihi