Mungkin tak ada lagi padang luas yang berkilauHanya tinggal kepingan jerit dan tangisan
Mungkin tak ditemukan lagi satu keceriaan yang menghias wajah mereka
Yang ada hanya air mata dan anyir darah yang memerah
Mungkin mereka tak akan sesibuk kita dengan baju baru dan aneka menyambut hari Fitri
Bagi mereka bertahan hidup untuk esok hari saja adalah janji yang abu-abu
Mungkin bocah-bocah Gaza, malaikat-malaikat kecil itu tak lagi saling kejar, berlari-larian
Yang ada hanya dentuman senjata api yang meluluh lantakkan
Mungkin perut itu sama kelaparan, bukan karena Ramadlan yang penuh suka cita
Tapi kebiadaban Zionis membabi buta mengungkung setiap nyawa di Palestina
Tak ada mawar yang ranum dan merekah merah
Semua layu dan hampir-hampir terjatuh dari tangkai yang telah lumpuh
Bagi mereka semoga pertolongan Allah yang pernah turun kala Badar berkecamuk akan segera menyelimuti
Zionis-Zionis bersama antek-anteknya yang bernama paman Sam akan segera ditenggelamkan dalam debu-debu padang pasir yang sebenarnya ikut geram menyaksikan kecongkakan dan kebiadaban mereka
Andai ku malaikat kupotong sayapku, dan rasakan perih di dunia bersamamu
Perang kan berakhir, cinta kan abadi
Di tanah anarkhi, romansa terjadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar